Kremlin: Putin dan Biden Sepakat Perbanyak Dialog Selesaikan Krisis Ukraina
Tempo.co
Yudono Yanuar

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden sepakat mengadakan lebih banyak pembicaraan di tengah ketegangan mengenai penambahan pasukan Rusia di dekat Ukraina, kata Kremlin pada Minggu, 12 Desember 2021.
Putin juga disebutkan ingin bertemu langsung pada tahap tertentu.
Kremlin mengatakan Putin dan Joe Biden telah sepakat untuk mengadakan lebih banyak pembicaraan selama panggilan video pada 7 Desember dengan fokus pada hubungan Timur-Barat, yang telah merosot ke tingkat terendah sejak akhir Perang Dingin. Saat ini ketegangan dipicu oleh kegiatan pasukan Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina.
Biden menggunakan panggilan video itu untuk memperingatkan Putin bahwa Barat akan memberlakukan "tindakan ekonomi dan lainnya yang kuat" terhadap Rusia jika terjadi invasi pada Ukraina, sementara Putin telah menuntut jaminan bahwa NATO tidak akan memperluas kegiatannya lebih jauh ke timur.
Dalam sebuah video yang dirilis TV pemerintah, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin tidak memiliki alasan khusus untuk optimis setelah berbicara dengan Biden karena perbedaan sangat serius antara Rusia dan Amerika Serikat atas apa yang disebut Moskow 'garis merah' yang tidak boleh diseberangi Barat.
Terlepas dari ekspansi NATO lebih lanjut ke arah timur, Rusia mengatakan tidak ingin senjata ofensif tertentu dikerahkan di negara-negara yang berbatasan dengannya, seperti Ukraina.
Putin pada 7 Desember memberi tahu Biden bahwa pasukan Rusia berada di wilayah Rusia dan tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun, kata Peskov.
"Saat ini ... ketegangan dan sebagainya sedang diciptakan untuk lebih menjelekkan Rusia dan menjadikannya sebagai agresor potensial," kata Peskov.
Namun, dia mengatakan kedua pemimpin telah sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraan lagi, mungkin melalui tautan video, format yang disukai kedua presiden.
"(Kami) pasti akan bertemu satu sama lain, saya benar-benar ingin itu terjadi," kata Putin kepada Biden, menurut video pendek yang dirilis di saluran TV pemerintah Rossiya 1.
Kremlin mengatakan terlalu dini untuk menyatakan kapan kedua pemimpin bisa bertemu secara langsung.
Panggilan video antara Biden dan Putin menenangkan kegelisahan investor dan membantu rubel untuk mendapatkan kembali kekuatannya setelah aksi jual yang didorong oleh gelombang ketakutan lain tentang sanksi baru Barat terhadap Moskow.
REUTERS
0 Komentar