Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

PM Inggris Sebut Latihan Perang Rusia di Belarusia Momen Berbahaya - medcom

 

PM Inggris Sebut Latihan Perang Rusia di Belarusia Momen Berbahaya

Fajar Nugraha,  

Geopolitik Eropa diduga menjadi penyebab Rusia berencana melakukan agresi ke Ukraina. Metro TV
Geopolitik Eropa diduga menjadi penyebab Rusia berencana melakukan agresi ke Ukraina. Metro TV

Brussel: Rusia melakukan latihan perang skala besar di Belarus dan Laut Hitam. Inggris merespons hal tersebut dengan mengatakan dunia Barat menghadapi momen paling berbahaya.

Selain mengadakan latihan militer di Belarus dan Laut Hitam, Rusia disinyalir menumpuk pasukannya di dekat Ukraina. Meski kondisi kian tegang, namun pemimpin seluruh pihak mengharapkan diplomasi mampu meredam hal tersebut.

Baca: Inggris Siap Kerahkan 1.000 Tentara Lagi ke Ukraina

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan situasi ini sebagai krisis keamanan terbesar di Eropa selama beberapa dekade. Dalam babak baru diplomasi, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengadakan pembicaraan di Rusia, sementara Johnson mengunjungi markas NATO di Brussel.

Di sisi lain, pejabat Rusia, Ukraina, Jerman dan Prancis akan bertemu di Berlin untuk membahas pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia di timur Ukraina sejak 2014.



Rusia, yang memiliki lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina, membantah tuduhan Barat bahwa mereka mungkin berencana untuk menyerang bekas tetangga Sovietnya meskipun mengatakan pihaknya dapat mengambil tindakan "teknis militer" yang tidak ditentukan kecuali tuntutan dipenuhi.

“Sejujurnya saya tidak berpikir keputusan telah diambil (oleh Moskow untuk menyerang). Tapi itu tidak berarti bahwa sesuatu yang benar-benar bencana bisa terjadi dalam waktu dekat," kata Johnson pada konferensi pers dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussels, seperti dikutip AFP, Jumat 11 Februari 2022.

"Ini mungkin saat yang paling berbahaya, menurut saya, dalam beberapa hari ke depan, dalam krisis keamanan terbesar yang dihadapi Eropa selama beberapa dekade, dan kita harus memperbaikinya. Dan saya pikir itu kombinasi sanksi dan tekad militer, ditambah diplomasi adalah apa yang ada,” kata dia.

Stoltenberg juga mengatakan itu adalah saat yang berbahaya bagi keamanan Eropa, menambahkan: "Jumlah pasukan Rusia meningkat. Waktu peringatan untuk kemungkinan serangan berkurang."

Dalam gesekan baru, Ukraina mengkritik latihan angkatan laut Rusia yang dikatakan membuat navigasi di Laut Hitam dan Laut Azov "hampir tidak mungkin".

Mengunjungi Moskow, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss memperingatkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tentang sanksi keras Barat jika Ukraina diserang. Lavrov mengatakan Moskow mendukung diplomasi menyelesaikan krisis tetapi dia tidak dapat memahami kekhawatiran Inggris atas latihan di Belarus dan membantah Rusia memaksa siapa pun.

Dia mengatakan Barat menggunakan Ukraina melawan Moskow dan juga menuduh Kiev berusaha untuk menulis ulang perjanjian yang dimaksudkan untuk mengakhiri konflik di Ukraina timur.

“Sejujurnya saya kecewa bahwa yang kami miliki adalah percakapan antara orang bisu dan tuli. Seolah-olah kita mendengarkan tetapi kita tidak mendengar," pungkas Lavrov.

Editor : M Sholahadhin Azhar

Posting Komentar

0 Komentar