Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Rusia Tuding Barat Manfaatkan Kemacetan Diplomasi untuk Kirim Senjata ke Ukraina - tempo

 

Rusia Tuding Barat Manfaatkan Kemacetan Diplomasi untuk Kirim Senjata ke Ukraina

Reporter:

Tempo.co

Editor:

Yudono Yanuar

Kamis, 10 Februari 2022 10:30 WIB
Rusia Tuding Barat Manfaatkan Kemacetan Diplomasi untuk Kirim Senjata ke Ukraina
Prajurit dari Resimen Kavaleri ke-2 AS berdiri di samping kendaraan tempur saat mereka mempersiapkan perlengkapan mereka untuk ditempatkan di Rumania di Rose Barracks di Vilseck, Jerman, 9 Februari 2022. REUTERS/Lukas Barth

TEMPO.COJakarta - Rusia menuduh Barat meningkatkan tekanan politik terhadap Moskow dengan memasok senjata dan amunisi untuk mendukung Ukraina selama diplomasi penyelesaian krisis berlangsung.

Moskow menempatkan pasukan di dekat Ukraina, dan akan menggelar latihan militer bersama sekutunya di dekat Belarusia di utara Ukraina, sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya invasi. Rusia membantah rencana untuk menyerang Ukraina.

Negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat dan Inggris telah memasok bantuan militer ke Ukraina yang mencakup rudal dan peluncur anti-tank untuk membantu mempertahankan diri. Lainnya, seperti Jerman, telah mengirim helm, menghindari bantuan mematikan.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan pasokan militer ke Ukraina sama dengan "pemerasan dan tekanan" Barat.

"Semua yang terjadi dalam hal mendukung Ukraina dengan peralatan, amunisi, perangkat keras militer termasuk senjata mematikan adalah upaya untuk memberikan tekanan politik tambahan pada kami, serta kemungkinan tekanan teknis militer," kata Ryabkov seperti dikutip oleh kantor berita RIA, Rabu, 9 Februari 2022.

Keinginan Ukraina untuk bergerak lebih dekat ke Barat secara politik menjadi salah satu perhatian utama Moskow yang mencari jaminan keamanan dari Barat.

Ryabkov menunjuk pada laporan media Rusia yang belum dikonfirmasi bahwa Kyiv telah meminta sistem pertahanan rudal THAAD dari Amerika Serikat. Ia menyebutnya sebagai "provokasi".

RIA mengutip Ryabkov, yang mengatakan bahwa jika Washington secara serius mempertimbangkan pasokan semacam itu, maka otomatis akan mengurangi kemungkinan resolusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis Ukraina.

Berikutnya: Pasukan AS tiba di Rumania, Inggris Siagakan 1.000 Tentara

<!--more-->

Pasukan Amerika Serikat yang dipindahkan dari Jerman tiba di Rumania Rabu malam. Tentara ini bertugas melindungi sayap timur NATO dari potensi limpahan krisis Ukraina.

Amerika Serikat mengirim hampir 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Rumania untuk memperkuat pertahanan Eropa Timur. Di Rumania, mereka memindahkan skuadron Stryker dari Vilseck, Jerman.

Skuadron Stryker, yang dirancang untuk dikerahkan dalam waktu singkat, akan menambah 900 tentara yang saat ini dirotasi AS di Rumania, beberapa sebagai bagian dari pasukan NATO dan beberapa di bawah pengaturan bilateral yang terpisah.

Inggris menyiagakan 1.000 tentara sebagai dukungan jika terjadi krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh agresi Rusia, menjelang kunjungan Perdana Menteri Boris Johnson ke para pemimpin NATO dan Polandia pada hari Kamis ini.

Johnson akan pergi ke Brussel dan Warsawa untuk menekankan perlunya berpegang teguh pada prinsip-prinsip NATO, dan membahas cara-cara agar Inggris dapat memberikan dukungan militer sementara Rusia mengumpulkan pasukannya di dekat perbatasan Ukraina.

Perjalanan Johnson adalah salah satu di antara gelombang diplomasi internasional. Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin awal pekan ini dan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris akan mengadakan pertemuan langsung dengan sekutu dan mitra AS di Konferensi Keamanan Munich minggu depan.

REUTERS

Posting Komentar

0 Komentar