Korut Buka Suara soal Perang Rusia-Ukraina, Bela Putin?

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) buka suara mengenai situasi Ukraina dan Rusia saat ini. Kementerian Luar Negeri Korut menyalahkan "kebijakan hegemoni Amerika Serikat (AS) dan Barat" atas krisis Ukraina.
"Akar penyebab krisis Ukraina sepenuhnya terletak pada kebijakan hegemonik AS dan Barat yang memanjakan diri mereka sendiri dalam kesewenang-wenangan ... terhadap negara lain," kata juru bicara itu dikutip dari CNN International, Selasa (1/3/2022).
"AS dan Barat telah secara sistematis merusak lingkungan keamanan Eropa dengan menjadi lebih terang-terangan dalam upaya mereka untuk menyebarkan sistem senjata sambil menantang ekspansi NATO ke arah timur," ujarnya lagi.
Juru bicara itu juga mengecam kebijakan sepihak dan kesepakatan ganda AS. Langkah AS disebut mengancam perdamaian dan keamanan negara-negara berdaulat.
Rusia melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. Meski negosiasi awal dilakukan kedua negara kemarin, gencatan senjata belum terjadi.
Akibat serangan ini, AS dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi terhadap Kremlin. Rusia juga menerapkan tekanan dengan memblokir beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran global Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT]), yang merupakan platform informasi perbankan internasional.
SWIFT sendiri adalah semacam platform jejaring sosial layaknya "Twitter" bagi bank. Lewat SWIFT bank-bank di dunia yang tergabung di dalamnya dapat bertukar informasi tentang pergerakan uang.
Pertama kali dibentuk pada tahun 1973, SWIFT kini sudah mengkoneksikan lebih dari 11 ribu institusi keuangan di lebih dari 200 negara. Sehingga transaksi keuangan antar negara dapat dilaksanakan.
0 Komentar