Rusia Luncurkan Rudal Sarmat, Putin: Tidak Ada Duanya di Dunia
Tempo.co
Yudono Yanuar

TEMPO.CO, Jakarta - Rusia melakukan uji peluncuran pertama rudal balistik antarbenua Sarmat, persenjataan nuklir terbaru yang menurut Presiden Vladimir Putin akan membuat musuh Moskow harus berpikir keras.
Dalam siaran televisi pemerintah, Rabu, 20 April 2022, Putin terlihat menerima laporan oleh perwira militer bahwa rudal telah diluncurkan dari Plesetsk di barat laut negara itu dan mengenai sasaran di semenanjung Kamchatka di timur jauh.
Sarmat dikembangkan selama bertahun-tahun dan peluncuran uji cobanya bukanlah kejutan bagi Barat, tetapi itu terjadi pada saat ketegangan geopolitik yang ekstrem karena perang delapan minggu Rusia di Ukraina.
"Rudal baru ini memiliki karakteristik taktis dan teknik tertinggi dan mampu mengatasi semua sarana pertahanan anti-rudal modern. Senjata ini tidak memiliki bandingannya di dunia," kata Putin.
“Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan menyediakan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, mencoba mengancam negara kita.”
Sarmat adalah Rudal Balistik Antarbenua baru yang diperkirakan akan dikerahkan Rusia dengan 10 atau lebih hulu ledak pada setiap rudal, menurut Lembaga Penelitian Kongres AS.
Dalam invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Putin merujuk pada kekuatan nuklir Rusia dan memperingatkan Barat bahwa setiap upaya untuk menghalanginya "akan membawa Anda pada konsekuensi yang belum pernah Anda temui dalam sejarah Anda."
Beberapa hari kemudian, dia memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk waspada tinggi, meningkatkan kekhawatiran di Barat.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan pada 14 Maret,: "Prospek konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, sekarang kembali ke ranah kemungkinan."
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Sarmat ditembakkan dari peluncur silo pada pukul 1512 waktu Moskow dan hulu ledak pelatihan mencapai jangkauan uji di Kamchatka di Pasifik, jarak hampir 6.000 km.
"Sarmat adalah rudal paling kuat dengan jangkauan penghancuran target terpanjang di dunia, yang secara signifikan akan meningkatkan kekuatan tempur pasukan nuklir strategis negara kita," katanya.
Reuters
0 Komentar