Putin Bikin Badan Dana untuk Tentara Rusia yang Bertempur di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang mengatur pembentukan sebuah badan pendanaan khusus untuk mendukung tentara Moskow yang bertempur di Ukraina dan keluarga mereka.
Seperti dilansir AFP, Senin (3/4/2023), Rusia jarang memberikan perkiraan soal kerugian yang dialaminya dalam invasi, atau yang disebut Kremlin sebagai 'operasi militer khusus' di Ukraina, yang diluncurkan sejak Februari 2022.
Terutama setelah beberapa waktu terakhir, pasukan Moskow dilaporkan menghadapi serentetan kemunduran dalam pertempuran dengan pasukan Kiev.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dekrit yang ditandatangani Putin pada Senin (3/4) waktu setempat ini disebut mendukung 'para pembela Tanah Air' dan dipublikasikan pada situs resmi pemerintah Rusia.
Menurut dekrit itu, langkah tersebut 'bertujuan untuk memastikan kehidupan yang layak' bagi para tentara Rusia yang terlibat dalam pertempuran di Ukraina, juga untuk pasangan dan anak-anak mereka.
Putin sebelumnya mengumumkan langkah dukungan itu dalam sidang Majelis Federal pada 21 Februari lalu, atau nyaris setahun usai mengerahkan pasukan Rusia ke Ukraina.
"Tugas kita adalah mendukung keluarga-keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta mereka dan membantu mereka dalam membesarkan anak-anak mereka dan memberikan mereka pendidikan dan pekerjaan," cetus Putin pada saat itu.
Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.
Disebutkan juga oleh Putin bahwa badan pendanaan ini harus 'menyalurkan bantuan yang ditargetkan dan dipersonalisasi kepada para keluarga para prajurit yang gugur, serta para veteran operasi militer khusus'.
Penandatanganan dekrit dilakukan Putin setelah pekan lalu mengakui bahwa rentetan sanksi yang dijatuhkan terkait invasi di Ukraina bisa berdampak negatif untuk Rusia. Pengakuan ini disampaikan Putin setelah sebelumnya selalu bersikeras menyatakan Moskow beradaptasi dengan rentetan sanksi itu.
"Sanksi-sanksi yang dijatuhkan terhadap perekonomian Rusia untuk jangka menengah benar-benar bisa berdampak negatif," ucap Putin dalam rapat pemerintah yang disiarkan televisi Rusia dan dilansir AFP, Kamis (30/3).
Negara-negara Barat telah menjatuhkan rentetan sanksi yang belum pernah ada sebelumnya terhadap Rusia, setelah Putin memerintahkan pengerahan pasukan militer ke Ukraina setahun lalu.
Putin sendiri berulang kali mengatakan bahwa Moskow mampu menghadapi rentetan sanksi ekonomi, yang secara khusus menargetkan ekspor minyak dan gas.
(nvc/ita)
0 Komentar