Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Jepang Diteror Telepon dari Cina | Garuda News 24

 

Jepang Diteror Telepon dari Cina | Garuda News 24

Jepang Diteror Telepon dari Cina
153
SAHAM


Sentimen anti-Jepang meningkat di Cina setelah pembuangan air radioaktif yang telah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO — Sentimen anti-Jepang meningkat di Cina setelah pembuangan air radioaktif yang telah diolah dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut. Jepang telah menerima sejumlah panggilan telepon yang mengganggu sejak pelepasan air Fukushima dimulai. Tokyo menuntut Beijing mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan kepada Kedutaan Besar Cina di Tokyo pada Sabtu bahwa panggilan telepon yang mengganggu tersebut “sangat disesalkan” dan “mengkhawatirkan.”

Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran persnya, “Kami meminta Pemerintah Cina mengambil tindakan yang tepat, seperti dengan meminta masyarakat untuk bereaksi dengan tenang.”

Sebuah pusat kebudayaan di daerah Edogawa di Tokyo dibanjiri panggilan telepon dari nomor dengan kode negara Cina, 86. Telepon itu berisi pesan dalam bahasa Jepang yang mengatakan “jangan membuang” air ke laut.

Panggilan telepon semacam itu, yang juga dilakukan dalam bahasa Mandarin dan Inggris, telah dilaporkan sejak pelepasan air dimulai, kata kantor pemerintah setempat.

Menurut sumber-sumber Pemerintah Jepang, telepon-telepon serupa juga telah dilakukan ke institusi medis dan restoran.

Kedutaan Besar Jepang di Beijing telah memperingatkan melalui platform media sosial Cina, Weibo, bahwa panggilan telepon yang mengganggu tersebut dapat disebut sebagai “aksi kriminal” karena panggilan yang ditujukan kepada fasilitas komersial dapat mengakibatkan gangguan ekonomi, sedangkan panggilan yang ditujukan ke rumah sakit dapat membahayakan nyawa.

Kedutaan telah meminta warga negara Jepang di Cina untuk tidak berbicara bahasa Jepang dengan suara keras dan bertindak hati-hati.

Pelepasan air di Fukushima juga berdampak pada kegiatan tur kelompok orang-orang Cina ke Jepang. Media Cina yang mengutip pejabat agen perjalanan melaporkan bahwa banyak orang Cina yang membatalkan rencana perjalanan mereka ke negara tetangga tersebut.


Chrome mengenalkan fitur baru Read Aloud.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Google Chrome adalah salah satu browser yang kaya fitur. Chrome selalu menambahkan fitur baru, tetapi belum memiliki kemampuan untuk membacakan artikel daring dengan text-to-speech (TTS) seperti yang dimiliki Microsoft Edge.

Namun, opsi baru telah terlihat di Chrome Canary yang memungkinkan browser membacakan artikel di web dengan suara. Seorang pengguna Twitter bernama @Leopeva64 membagikan video di Twitter yang menunjukkan fitur “Read Aloud” baru di Chrome Canary. Fitur ini menambahkan tombol “Putar” kecil di samping artikel, yang dapat diklik pengguna agar browser membacakan artikel tersebut dengan lantang.

Dikutip dari Gizmo China, Senin (28/8/2023), suaranya terdengar seperti robot, tetapi tetap merupakan fitur yang berguna bagi orang-orang yang lebih suka mendengarkan konten daripada membacanya.

Selain itu, Chrome Unboxed baru-baru ini melihat fitur “Read Aloud” di Chrome Canary versi Android. Untuk menggunakannya, pengguna harus mengunduh Chrome Canary dari Google Play Store dan mengaktifkan tanda “Read Aloud” di chrome://flags. Setelah diaktifkan, pengguna dapat menyorot teks apa pun di halaman web dan mengetuk ikon menu tiga titik untuk memilih opsi “Read Aloud”.

Sudah ada ekstensi “Read Aloud” yang tersedia untuk Chrome desktop, dan Asisten Google juga memiliki fitur “Read” di Android. Namun, keduanya merupakan solusi pihak ketiga, dan ada baiknya menunggu Google memperkenalkan fitur ‘Read Aloud’ asli di Chrome.

Posting Komentar

0 Komentar