Mahfud Cari Jalan Keluar Atasi Pengungsi Rohingya yang Terus Berdatangan – detik December 05, 2023 at 11:36PM
Mahfud Cari Jalan Keluar Atasi Pengungsi Rohingya yang Terus Berdatangan
Mulia Budi – detikNews
Selasa, 05 Des 2023 22:08 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (Mulia Budi/detikcom) Jakarta –
Menko Polhukam Mahfud Md buka suara terkait persoalan pengungsi Rohingya di Aceh. Mahfud menegaskan Indonesia tak terikat dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
"Itu kita tidak terikat itu karena kita tidak menandatangani UNHCR, kita tidak tanda tangani. Kita hanya kemanusiaan," kata Mahfud kepada wartawan di iNews Tower, Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Mahfud mengatakan negara lain, seperti Malaysia, Australia, hingga Singapura, menutup akses untuk pengungsi Rohingya. Dia menyebutkan hal itulah yang membuat pengungsi Rohingya memilih Indonesia sebagai tempat tujuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuman negara-negara lain itu sudah menutup, Malaysia menutup, Australia menutup, semuanya nutup, Singapura, nggak mau nerima, mereka larinya ke Indonesia. Maksudnya mau transit, tapi lama-lama menjadi tempat tujuan pengungsian bukan transit karena biasanya mau transit untuk ke Australia, tapi dia berhenti di Indonesia dan nggak mau keluar lagi," ujarnya.
Dia mengatakan sudah ada 1.478 pengungsi Rohingya di Aceh. Dia menyebutkan warga lokal juga mengeluhkan penambahan pengungsi Rohingya tersebut.
"Jumlahnya sekarang sudah 1.478 orang dan orang-orang lokal, orang Aceh, orang Sumatera Utara, Riau, itu sudah keberatan ditambah terus. Kami juga miskin kenapa ini terus ditampung tapi gratis terus," ujarnya.
Mahfud mengaku tengah mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan pengungsi Rohingya. Dia mengatakan akan mempertimbangkan kebutuhan domestik dan kemanusiaan.
"Nah kita sedang mencari jalan keluar tentang ini. Satu, mengenai kebutuhan domestik, kita Indonesia di mana penduduknya. Kedua, mengenai kemanusiaan. Jadi nanti kita akan olah ini kebutuhan domestik dan kemanusiaan ini mau diapakan, agar keduanya bisa tertangani dengan baik," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) terkait pengungsi Rohingya di Aceh. Dia mengatakan pengungsi Rohingya itu hanya transit sebelum menuju negara ketiga.
"Sebelumnya ada kesepakatan ya, bahwa terkait dengan pengungsi-pengungsi yang masuk ke negara transit dan akan ke negara tujuan, maka mau tidak mau kita harus menerima. Namun kita bekerja sama dengan UNHCR," ujar Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Sigit mengatakan sudah ada aturan terkait cara menampung pengungsi Rohingya tersebut. Dia mengatakan Indonesia menerima pengungsi Rohingya itu dengan alasan kemanusiaan.
"Di sana sudah ada pengaturannya, berapa lama di negara transit dan berapa lama sampai di negara tujuan yang paling penting," ucapnya.
"Tentunya kita tetap harus menghormati, menghargai, hak-hak asasi manusia, menghormati warga negara lain yang memang membutuhkan pertolongan kita," sambungnya.
Dia mengatakan membantu sesama merupakan kewajiban. Dia mengatakan Indonesia bekerja sama dengan badan internasional agar pengungsi Rohingya itu segera bisa menuju negara tujuan.
"Kemudian, pada saat berada di Indonesia, tidak jadi masalah saya kira itu. Ini kewajiban kita untuk membantu, bekerja sama dengan badan internasional," ujarnya.
(mib/dek)
Informasi Terkini, terpopuler serta pilihan dari berbagai sumber terpercaya di https://bit.ly/3GMnTDt dan https://bit.ly/3aagi7A
from Media Informasi – Kopiminfo https://ift.tt/u1rqcan
via IFTTT
0 Komentar