Cak Imin Sindir Jokowi: Menghormati Masyarakat Adat Bukan dengan Kenakan Pakaian Adat Setahun Sekali

Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat menyampaikan visi dan misi dalam debat keempat Pilpres 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, GBK, Jakarta Pusat, Minggu malam (21/1//2024). (Foto: inilah.com/Agus Priatna).
Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut, untuk menghormati masyarakat adat tidak dengan memakai baju adat setahun sekali. Hal tersebut, disampaikan Cak Imin saat menanggapi paparan dari cawapres nomor urut 3 Mahfud MD, dalam debat keempat yang dilakukan di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).
"Menghormati masyarakat adat bukan memakai pakaian adat setahun sekali pas 17 Agustus, bukan!," tutur Cak Imin, seolah menyindir kebiasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, salah satu upaya untuk mencegah terjadinya konflik antara proyek pembangunan nasional dengan masyarakat adat dengan melibatkan masyarakat adat dalam mengambil keputusan.

"Upaya kita agar tidak terjadi konflik antara proyek pembangunan nasional, terutama PSN dengan masyarakat adat, kita harus betul-betul punya prinsip tidak ada satupun yang ditinggalkan dalam mengambil keputusan," ujar Cak Imin.
Ia menambahkan, menghormati masyarakat adat adalah dengan cara memberikan ruang untuk mereka menentukan sendiri cara membangun. Menghormati masyarakat, tutur dia, adalah memberikan ruang, hak ulayat mereka, hak budaya mereka, hak spiritual mereka, hak dan kewenangan mereka menentukan cara membangun.
Diketahui, Jokowi pada pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR 2023, mengenakan pakaian adat. Kebiasaan Kepala Negara setiap 16 Agustus ini dimulai sejak 2017. Kala itu, Jokowi mengenakan baju adat Suku Bugis dari Sulawesi Selatan. Sementara itu, pada pidato kenegaraan tahun 2023, Presiden tampak menggunakan baju adat pria Tanimbar dari Maluku.
Baca Juga:
Lalu pada 2019, Jokowi terlihat memakai setelan adat berwarna coklat keemasan dari Suku Sasak, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan bawahan berupa songket bermotif subahnale, keris turut terpasang di bagian depan pakaian.Sementara itu, di bagian kepala, Jokowi mengenakan mahkota yang disebut asapuk. Secara keseluruhan, busana ini merupakan busana pemimpin dalam budaya Lombok.
Di tahun 2020, Jokowi mengenakan pakaian adat terdiri dari topi dan kain tenun menyilang di bagian dada yang juga digunakan untuk sarung. Penampilannya pun tampak lengkap dengan aksesoris berupa kalung dan sabuk berwarna emas.
Kemudian di 2021, Jokowi mengenakan pakaian adat Urang Kanakes dari Suku Badui, Banten. Penampilannya terdiri dari pakaian kutung lengan panjang atau jamang sangsang berwarna hitam. Pada bagian kepala, terlihat telekung atau ikat kepala hasil tenun masyarakat Badui berwarna biru. Penampilan Jokowi juga dilengkapi tas selempang yang khas dari suku tersebut.
Baca Juga:
Dan di tahun 2022, Jokowi mengenakan pakaian adat dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berwarna hijau tua. Busana ini dilengkapi selendang warna hijau tua dengan motif pucuk rebung keemasan di pinggirnya. Penampilan Jokowi pun tampak apik dengan perpaduan bawahan berupa kain cual dan celana coklat.
0 Komentar