Tanda Tanya Kasus Mayat Terikat Lakban, Rumah Terkunci dari Dalam

Pria bernama Kemal (51) ditemukan tewas dalam rumah kontrakan di Desa Cikeas Udik, Gunungputri, Kabupaten Bogor. Apa penyebab kematian Kemal hingga kini masih misterius.
Jasad Kemal ditemukan pada Selasa (16/1) pagi oleh pemilik kontrakan. Pekerja di toko material itu ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumah kontrakan.
Kemal ditemukan dalam kondisi 'tak wajar' di dalam kamar mandi. Jasadnya tertutup sarung dari atas kepala sampai mata kaki, sementara kepalanya diikat lakban di bagian luar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulut dan hidung Kemal juga tertutup lakban. Yang menjadi tanda tanya, kamar kontrakan Kemal dalam keadaan terkunci dari luar.
Awal Mula Jasad Kemal Ditemukan
Jasad Kemal ditemukan pertama kali pada Selasa (16/1) sekitar pukul 08.45 WIB oleh pemilik kontrakan. Pemilik kontrakan terpaksa membobol jendela lantaran tidak mendapatkan jawaban saat dipanggil-panggil.
"Pada saat ditemukan warga, yaitu pemilik kontrakan, kebetulan ketika menggedor tidak ada sahutan dari dalam," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara kepada wartawan, Selasa (16/1).

Ditemukan Bersarung dan Terikat
Korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meringkuk dan bersarung yang menutupi wajah hingga badan serta bagian kepala diikat lakban hitam.
"Pada saat kita temukan, celana sudah terbuka, dalam keadaan jongkok, terjatuh dalam keadaan meringkuk dengan sarung sampai kepalanya dan ada lakban di kepalanya," imbuh Teguh.
Selain itu, bagian mulut dan hidung korban tertutup lakban.
"Betul (Lakban menutup mulut dan hidung)," kata Teguh.
Pintu Rumah Terkunci dari Dalam
Polisi masih mendalami ada-tidaknya orang lain di dalam kontrakan sebelum korban ditemukan tewas. Namun, dari hasil olah TKP sementara, pintu kamar kontrakan dalam keadaan terkunci dari dalam.
"Memang kunci pintu ada di dalam dan pintu dalam keadaan terkunci," ucap Teguh.
Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....
Temuan Kotoran di Lubang WC
Polisi menemukan adanya sisa kotoran yang belum disiram air di WC, tempat jasad Kemal ditemukan. Polisi menduga, korban tewas saat buang air.
"Kemungkinan, dimungkinkan (meninggal) pada saat buang air besar karena di situ masih dalam keadaan celana terbuka dan keadaan masih ada air besar yang belum dibersihkan atau belum disiram," kata Teguh.
Barang Bukti Lakban hingga Tali
Polisi menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya lakban, besi letter 'S', dan tali.
"Barang bukti yang sudah kami amankan itu ada sampel lakban yang diduga untuk mengikat di bagian kepala, ada satu utas tali beserta ada juga besi letter S di samping kasur," kata Teguh.
Tak Ada Barang yang Hilang
Polisi belum bisa memastikan apakah korban dibunuh atau dirampok. Namun, sejauh ini tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang.
"Kalau barang yang hilang, sementara dari saudaranya, kakak kandung tadi hadir disini tidak ada barang yang hilang. Bahkan handphone, dompet masih ada disini," ujar Teguh.
Baca selanjutnya: saksi-saksi diperiksa....
Tiga Orang Saksi Diperiksa
Polisi terus menyelidiki kematian K (40), pria yang ditemukan tewas bersarung dan terlilit lakban di kamar mandi kontrakan di Gunungputri, Bogor, Jawa Barat. Tiga saksi diperiksa polisi.
"Sampai saat ini kami terus intens melakukan penyelidikan mendalam, klarifikasi saksi-saksi dan menyimpulkan bukti-bukti lainnya," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Komara dihubungi, Rabu (17/1/2024).
"Kami sudah mengambil keterangan sebanyak 3 saksi, hari ini rencananya akan ambil keterangan dari saksi-saksi lainnya," imbuhnya.
Sementara polisi juga masih menunggu hasil visum RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Belum, penyebab kematian belum bisa dipastikan, kami sedang menunggu hasil dari RS Kramat Jati dan sampai saat ini kami terus intens melakukan penyelidikan mendalam, klarifikasi saksi-saksi dan menyimpulkan bukti-bukti lainnya," kata Teguh.

Kesaksian Ketua RT
Ketua RT setempat bernama Abdul Rosid atau Rosid mengungkap detik-detik mayat Kemal ditemukan. Kemal ditemukan di dalam kamar madi berselimutkan sarung dan terikat lakban di bagian kepala, mulut, dan hidungnya.

"Pas saya cek lokasi langsung, belum ramai juga, posisi jenazah sudah di kamar mandi, berselimutkan sarung, posisi miring, kondisi mulut sama hidung terlakban," kata Rosid kepada wartawan, Selasa (16/1).
Rosid pertama kali dikabari oleh pemilik kontrakan yang juga kerabat korban. Menurut pemilik kontrakan, kematian Kemal tidak wajar.
"Pihak yang punya rumah kontrakan datang ke rumah, melaporkan, minta tolong 'Pak RT, itu di tempat saya ada yang meninggal, meninggalnya tidak wajar. Terus saya minta tolong', saya lapor Pak RW ke kantor desa, ke kepolisian juga," kata Rosid.
Rosid mengatakan K merupakan kerabat dari pemilik kontrakan. K bekerja di toko bangunan sekaligus penjaga keamanan kontrakan.
"Korban ini kerjanya di material, jaga toko material. Jenazah (K) ini juga ada ikatan baraya, saudara sama yang punya kontrakan. Di sini dia tinggal sendiri di sini. Dia tinggal di sini sekaligus kerja jaga kontrakan," kata Rosid.
Kemal tinggal sendirian di kontrakan tersebut. Rosid mengaku jarang melihat ada tamu datang ke kontrakan Kemal.
"Untuk kesehariannya, jenazah (K) jarang di rumah. Karena kan kerja, pergi pagi nanti pulang sore, jam 17.00 baru pulang. Sudah berkeluarga, tapi di sini tinggal sendirian. Jarang ada tamu datang juga," imbuhnya.
(mea/mea)
0 Komentar