Ukraina Siap Berunding Tanpa Syarat dengan Rusia, Menyerah?

Jakarta, CNBC Indonesia - Gempuran Rusia di Kota Mariupol membuat sikap Ukraina 'melunak'. Negara pecahan Uni Soviet itu menyatakan siap untuk mengadakan bernegosiasi tanpa syarat apapun untuk menyelesaikan nasib warga sipil dan tentara yang terperangkap di sana.
Hal itu diungkapkan ajudan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sekaligus negosiator utama Mykhailo Podolyak. Adapun, dalam negosiasi sebelumnya di Belarusia, tidak tercapai kesepakatan yang signifikan.
"Ya, tanpa syarat apapun. Kami siap mengadakan perundingan khusus di Mariupol untuk menyelamatkan orang-orang kami, Azov, militer, warga sipil, anak-anak, yang yang masih hidup dan terluka. Semuanya," cuitnya, seperti dikutip CNBC International, Kamis (21/4/2022).
Tak hanya itu, Presiden Zelensky juga sempat menyatakan Ukraina akan terbuka untuk kemungkinan pertukaran tahanan Rusia dengan warga sipil dan tentara Ukraina di Mariupol, atau korban perang Rusia untuk Ukraina yang terluka.
"Di belakang orang-orang kami di Mariupol ada sekitar seribu warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak," katanya setelah berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasukan Ukraina yang berjuang mempertahankan Kota Mariupol dari serangan Rusia mulai menunjukan tanda-tanda putus asa. Hal ini ditunjukan melalui sebuah video yang diunggah komandan Brigade Marinir Terpisah ke-36 Ukraina, Mayor Serhiy Volyna, di Facebook.
Dalam video itu, Volyna memohon agar dunia terus dapat memberikan bantuan bagi pihaknya yang masih berjuang. Ia menyebut Mariupol telah terkepung oleh pasukan Moskow
"Ini adalah seruan kami kepada dunia. Ini bisa menjadi daya tarik terakhir dalam hidup kita. Kami mungkin menghadapi hari-hari terakhir kami, atau bahkan jam," ujarnya sebagaimana dikutip CNN International.
0 Komentar