Swedia Buka Suara usai Turki Tolak Stockholm Masuk NATO Gegara Paludan - CNN Indonesia

 

Swedia Buka Suara usai Turki Tolak Stockholm Masuk NATO Gegara Paludan

CNN Indonesia
3-4 minutes
Kamis, 02 Feb 2023 16:50 WIB

Aksi Rasmus Paludan bakar Al Quran bikin Turki murka dan tolak Swedia masuk NATO. (AFP/SERGEI GAPON)

Jakarta, CNN Indonesia --

Swedia buka suara usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan enggan memberikan restu kepada Stockholm untuk menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Turki sendiri merupakan salah satu anggotaNATO yang memiliki hak untuk menerima atau menolak negara lain untuk masuk pakta pertahanan tersebut.

Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom mengatakan tak ada kompromi untuk kebebasan bicara. Namun, dia menekankan Stockholm akan tetap mengimplementasikan kesepakatan Madrid.

"Itu [kesepakatan Madrid] sudah sangat jelas apa yang diperlukan Swedia untuk menjadi anggota NATO dan itulah kami memenuhi syarat yang tertuang dalam kesepakatan trilateral," kata dia, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/2).

Ia menegaskan bahwa terkait persoalan agama tak tertuang dalam Kesepakatan Madrid.

"Agama tak menjadi bagian dari kesepakatan," ungkap dia.

Awas Panas: Georgia Aja Sukses Reformasi Polisi, Polri Gimana Nih?

Kesepakatan Madrid merupakan buah pertemuan Turki, Swedia, dan Finlandia di Spanyol pada 28 Juni 2022. Langkah ini ditempuh sebagai salah satu cara kedua negara Nordik mendapat izin dari Turki untuk masuk NATO.

Beberapa poin kesepakatan tersebut yakni Turki meminta Swedia dan Finlandia merepatriasi aktivis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang kabur dari Turki dan menghentikan embargo senjata ke Turki.

Untuk bisa menjadi anggota NATO, negara kandidat harus mengantongi persetujuan dari seluruh anggota. Namun, peluang itu tampaknya semakin tipis bagi Swedia usai politikus sayap kanan Rasmus Paludan membakar Al Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan tak akan merestui Swedia masuk NATO.

"Swedia tak perlu repot-repot di titik ini. Kami tak akan mengatakan 'Ya' untuk permohonannya masuk NATO selama mereka [Swedia] mengizinkan pembakaran Al Quran," ujar Erdogan di parlemen Turki pada Rabu (1/2)

Sebetulnya isyarat Turki menolak memberi izin sudah terlihat tak lama setelah insiden.

Ketika itu, Erdogan mengatakan Swedia jangan harap bisa mendapat restu Turki untuk masuk NATO.

Meski demikan, dia bakal memberi sinyal positif bagi Finlandia. Di sisi lain, Helsinki menyatakan bakal masuk NATO bersama Swedia.

(isa/bac)


[Category Opsiin, Media Informasi]

[Tags Turki, NATO, Swedia, Paludan, Featured, Pilihan]

Komentar

Baca Juga

Arenanews

Berbagi Informasi

Kopiminfo

Media Informasi

Opsi Informasi

Opsiin

Opsitek