Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Sekjen NATO Kunjungi Ukraina, Begini Kata Presiden Zelensky - inews

 

Sekjen NATO Kunjungi Ukraina, Begini Kata Presiden Zelensky

umaya 
Sekjen NATO Kunjungi Ukraina, Begini Kata Presiden Zelensky
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan sudah waktunya NATO mengambil keputusan politik untuk mengundang Ukraina bergabung dengan aliansi militer tersebut. (Foto: Andrew Kravchenko/Bloomberg)

KIEV, iNews.id - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan sudah waktunya NATO mengambil keputusan politik untuk mengundang Ukraina bergabung dengan aliansi militer tersebut. Di sisi lain, Kiev ingin tahu kapan negara itu akan menjadi anggota NATO.

Dalam konferensi pers bersama di Kiev selama kunjungan Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada Kamis (20/4/2023), Zelensky mengatakan, pertemuan puncak NATO di Vilnius pada Juli bisa menjadi bersejarah. Dia pun mengaku telah diundang untuk hadir.

Baca Juga

"Saya berterima kasih atas undangan untuk mengunjungi KTT, tetapi penting juga bagi Ukraina untuk menerima undangan yang sesuai," katanya kepada wartawan.

Dia menegaskan, tidak ada penghalang obyektif tunggal terkait keputusan politik untuk mengundang Ukraina ke dalam aliansi. Zelensky mengatakan, sekarang adalah waktu yang tepat memasukkan Ukraina ke dalam aliansi di saat kebanyakan orang di negara-negara NATO dan mayoritas warga Ukraina mendukung aksesi NATO.

Baca Juga

Ukraina, yang memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet yang dipimpin Moskow pada 1991, mengumumkan tawaran untuk keanggotaan jalur cepat NATO September lalu setelah Kremlin mengatakan telah mencaplok empat wilayah Ukraina yang sebagian diduduki pasukannya.

"Kami menafsirkan kunjungan sekretaris jenderal ini, sebagai tanda bahwa aliansi siap memulai babak baru dalam hubungan dengan Ukraina, babak keputusan ambisius," kata Zelensky.

Baca Juga

Dia mengatakan Ukraina juga menginginkan jaminan keamanan dalam perjalanannya untuk menjadi anggota NATO suatu hari nanti.

Zelensky mendesak Stoltenberg untuk menekan beberapa anggota NATO yang menurutnya lamban dalam menyediakan persenjataan berat.

Editor : Umaya Khusniah

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:
line sharing button

Posting Komentar

0 Komentar