Israel Bunuh 11.000 Anak-Anak dan 7.500 Perempuan di Gaza Sejak 7 Oktober
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fcdn.medcom.id%2Fdynamic%2Fcontent%2F2024%2F01%2F23%2F1650929%2FCzEU365eNO.jpg%3Fw%3D480)
Gaza: Serangan militer Israel telah menewaskan sekitar 11.000 anak-anak dan 7.500 perempuan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, kata pihak berwenang Palestina pada Senin, 22 Januari. Disebutkan juga bahwa Israel telah menjatuhkan lebih dari 65.000 ton bahan peledak dalam perang melawan kelompok pejuang Palestina Hamas di Gaza.
Sekitar 7.000 orang – 70 persen di antaranya perempuan dan anak-anak – masih berada di bawah puing bangunan atau dinyatakan hilang akibat serangan brutal Israel, kata pihak berwenang Gaza, mengutip data-data terbaru.
Melansir dari TRT World, Selasa, 23 Januari 2024, Israel sejauh ini telah membunuh 25.900 warga Palestina dalam perang brutalnya di Gaza dan melukai 63.000 lainnya. Sementara angka kematian akibat serangan Hamas di Israel berkisar 1.130, direvisi dari sebelumnya 1.400.
Perang Israel-Hamas juga menghancurkan 70.000 rumah dan membuat 290.000 bangunan tidak dapat dihuni selama perang yang telah berlangsung 108 hari.
Mengenai serangan Israel terhadap sektor layanan kesehatan, pihak berwenang Gaza mengatakan Israel telah membunuh 337 petugas kesehatan dan 45 pejabat pertahanan sipil sejauh ini. Sejak 7 Oktober, total 119 jurnalis dibunuh dalam serangan Israel, kata mereka.
Krisis Layanan Kesehatan di Gaza
Merujuk pada kondisi tidak manusiawi di tempat penampungan padat tempat warga Palestina mencari perlindungan, disebutkan bahwa 400.000 kasus penyakit menular dan lebih dari 8.000 kasus Hepatitis A telah terdeteksi sebagai akibat dari invasi Israel dan perpindahan penduduk secara massal.
Sekitar 60.000 wanita hamil di Gaza menghadapi risiko kritis karena ketiadaan layanan kesehatan, begitu juga dengan 350.000 orang dengan penyakit kronis.
Tentara Israel telah menghancurkan 140 fasilitas pemerintah serta 99 sekolah dan universitas di Gaza. Israel juga merusak sebagian dari 295 sekolah dan universitas, tambah otoritas Palestina di Gaza.
Di luar Gaza, terdapat 11.000 orang terluka yang membutuhkan perawatan, dan 10.000 pasien kanker menghadapi risiko kematian akibat tidak memadainya layanan kesehatan. Pernyataan itu menyebutkan tentara Israel merusak 253 masjid dan menyebabkan hancurnya tiga gereja.
Israel juga menargetkan 150 institusi kesehatan di Gaza, menyebabkan 53 pusat kesehatan dan 30 rumah sakit tidak dapat beroperasi, dan membuat 122 ambulans tidak bisa digunakan.
Israel juga menargetkan warisan budaya Palestina, menghancurkan 200 aset sejarah dan budaya di Gaza, kata pihak berwenang di wilayah terkepung tersebut.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(WIL)
0 Komentar