Harga Beras Naik 4 Kali dalam Sebulan, Pemilik Warung Nasi: Pusing Banget!
/data/photo/2023/11/09/654cac4ff0ae3.jpg)
DEPOK, KOMPAS.com - Pemilik warung nasi di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Nung (38), mengeluhkan harga beras yang terus mengalami kenaikan.
Dalam sebulan, kenaikan harga beras di daerahnya sudah empat kali terjadi.
"Saya biasa beli beras petruk. Sekarang harganya Rp 14.500, naik empat kali dalam sebulan ini. Terakhir saya beli itu Rp 13.000," ujar Nung saat berbincang dengan Kompas.com. Senin (19/2/2024).
Warung Nung sendiri membutuhkan 10 liter beras per harinya. Ia pun mesti merogoh kocek Rp 145.000 untuk modal membeli beras.
"Kalau begini, saya bukan berkeberatan lagi, ini sudah pusing banget," lanjut dia.
Nung tidak mengetahui persis apa penyebab harga beras terus merangkak naik. Tetapi, ia mendengar dari pedagang bahwa lonjakan harga ini disebabkan memasuki hari pemilihan umum.
Ia juga mendengar kenaikan harga beras akan bertahan hingga bulan ramadhan tiba.
Nung menambahkan, dirinya sempat melakukan survei harga beras ke beberapa tempat selain di Pasar Kemiri, tempat biasa ia membeli beras. Salah satunya di D'Mall Depok.
"Katanya di D'Mall harga berasnya lebih murah, tapi ternyata sama saja," ujar Nung.
Selain beras, wanita yang berjualan nasi sejak 2018 itu juga mengeluhkan kenaikan harga bahan pangan lainnya, yakni tomat, telur ayam, dan cabai.
"Dulu, tomat itu Rp 10.000 bisa dapat satu kilogram. Sekarang bisa sampai Rp 18.000-Rp 19.000. Padahal tomat itu buat sambal. Sambal di saya kan gratis. Jadi kalau bisa modalnya jangan gede-gede," ujar Nung.
Sebagai rakyat kecil, Nung pun berharap pemerintah mampu menekan harga pangan hingga terjangkau.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
0 Komentar